Wednesday, April 19, 2017

#5 - Aku dan Kakakku

8 AM @Sansiro Fisipol UGM

Pagi ini aku ingin bercerita tentang kakak perempuanku. Sedari kecil aku kagum padanya. Ia punya segudang prestasi (ya gak segudang banget sih tapi mendekati lah ya). Kakakku jauh lebih rajin dari aku. Aku orangnya pemalas sekali, aku akan menunda-nunda tugas sampai tidak bisa ditunda lagi hehehe. Aku itu deadliner garis keras. Aku baru mulai mengerjakan pukul 23.00 tugas yang deadline-nya pukul 12 malam. Kelar dalam setengah jam lalu dikirimkan ke e-mail dosen 23.45an.  Aku sangat menikmati adrenaline rush dari ngirim tugas mepet-mepet. Kakakku beda 180 derajat, dia selalu nyicil tugasnya. Aku ingat, ketika dia masih SMA dulu, dia pasti ngerjain laporan praktikum seminggu sebelum dikumpul. Sementara, aku selaku anak IPA abal-abal, laporan dikumpul Rabu siang, baru mengerjakan Rabu subuh. Berikut rinciannya;

Siklus Menulis Laporan Praktikum Laras:
1.       Bangun jam 3 pagi, kerjakan laporan 3 jam.
2.      Biasanya jam 6 pagi masih belum kelar, tapi karena berangkat sekolah itu hukumnya wajib terpaksa mandi bebek 5 menitan.
3.       6.15 cao ke sekolah karena gerbang sekolah ditutup 6.40 dan gak mungkin aku parkir motor di luar parkiran.
4.       6.40 sampai kelas lalu nyanyi Indonesia Raya sambil berdiri di dalam kelas. (Kalau gak ada guru bisa sambil duduk nyanyinya HEHEHE)
5.       6.45-08.15 lanjut ngerjain laporan diam-diam, kalau ketauan guru yang ngajar biasanya ditegur atau diomelin atau kadang disuruh masukin ke tas laporan praktikumnya
6.       Biasanya istirahat pertama sudah kelar laporannya.
7.       Jilid laporan sendiri, lakban+steples+kertas mika bawa sendiri dari rumah.
8.       DONE J

Saking seringnya jilid laporan sendiri, aku dan teman-teman sekelas sempat berpikir untuk buka jasa penjilidan. Kembali ke topik, intinya kakakku itu beda banget denganku. Dia introvert, aku extrovert. Dia suka di rumah, aku suka melalang buana ke sana kemari. Dia kalem, aku berisik. Anehnya, sekarang ketika kami tidak tinggal serumah lagi malah jauh lebih akur dari dulu. Dulu kami sering cekcok karena alasan tak bermutu. Mungkin lebih akur sekarang karena aku bisa pinjam uang ke dia dan bayarnya nunggak sebulan hehehe.


Kakakku adalah panutanku. Sejak kecil aku selalu ikut-ikutan dia, dia les piano maka aku les piano. Dia les bahasa inggris, aku juga ikutan. Dia ikut debat, aku juga ikutan debat. Mayoritas hal-hal yang kulakukan itu karena kakakku melakukannya. Untung kakakku role model yang baik, jadi aku tetap jadi manusia yang relatif baik hingga sekarang. 

Basically, thanks sis for being awesome!

No comments:

Post a Comment